Penduduk suatu desa merupakan aset utama dalam pembangunan dan kemajuan wilayah tersebut. Kehidupan masyarakat di pedesaan mencerminkan keanekaragaman budaya, mata pencaharian, serta kekuatan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data administrasi tahun 2024, jumlah penduduk desa ini mencapai 2.735 jiwa, yang terdiri dari 1.392 laki-laki dan 1.343 perempuan, dengan total 870 kepala keluarga (KK). Penduduk tersebar di empat dusun, dengan jumlah rumah tangga yang relatif merata di setiap wilayah.
Kepadatan penduduk tergolong sedang, sehingga lingkungan desa masih terasa nyaman dan asri, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Masyarakat hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai dan kekeluargaan.
Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian, baik sebagai petani padi, palawija, maupun sayuran. Selain itu, ada pula yang berprofesi sebagai peternak, pedagang kecil, pengrajin, dan buruh lepas. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian warga mulai beralih ke sektor jasa dan usaha kecil menengah (UKM), seperti produksi makanan olahan dan perdagangan online.
Perubahan pola kerja ini menunjukkan bahwa masyarakat desa mulai beradaptasi dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin modern.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkat. Desa ini memiliki fasilitas pendidikan dasar seperti PAUD, SD, dan Madrasah Ibtidaiyah. Untuk jenjang yang lebih tinggi, anak-anak biasanya melanjutkan ke sekolah di kecamatan atau kota terdekat.
Pemerintah desa secara rutin mengadakan pelatihan keterampilan bagi pemuda dan ibu rumah tangga, seperti pelatihan menjahit, pengolahan hasil pertanian, dan teknologi informasi, guna meningkatkan kemampuan serta kemandirian masyarakat.
Kehidupan sosial masyarakat desa sangat erat dengan nilai gotong royong. Kegiatan bersama seperti kerja bakti, pembangunan fasilitas umum, serta perayaan hari besar keagamaan masih rutin dilakukan.
Selain itu, tradisi lokal seperti sedekah bumi, kenduren, dan ruwatan desa menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang diwariskan turun-temurun. Tradisi tersebut tidak hanya sebagai wujud rasa syukur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.
Penduduk desa memiliki peranan vital dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kearifan lokal. Dengan semangat kebersamaan, kerja keras, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, masyarakat desa mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan sejahtera.
Artikel ini merupakan contoh. Silakan melakukan pembaruan informasi sesuai kebutuhan.