Masyarakat di desa ini pada umumnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani yang mengelola lahan sawah dan tegalan. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain padi, jagung, dan sayuran musiman seperti cabai, tomat, serta kacang panjang. Sistem pertanian yang dijalankan masih bersifat tradisional, meskipun sebagian petani sudah mulai menerapkan teknologi sederhana seperti penggunaan mesin tanam dan pompa air untuk irigasi.
Selain pertanian, sebagian penduduk juga berprofesi sebagai peternak. Jenis ternak yang banyak dipelihara meliputi sapi, kambing, ayam, dan itik. Hasil ternak ini menjadi sumber tambahan pendapatan sekaligus tabungan jangka panjang bagi keluarga di desa.
Di sisi lain, terdapat pula warga yang bekerja di sektor nonpertanian, seperti buruh bangunan, pedagang kecil, serta pengrajin. Beberapa warga juga merantau ke luar daerah untuk bekerja di sektor industri atau jasa, dan hasil kiriman mereka turut membantu meningkatkan perekonomian keluarga di desa.
Dalam beberapa tahun terakhir, muncul pula kegiatan ekonomi baru seperti usaha kuliner rumahan, pengolahan hasil pertanian, serta perdagangan daring. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola ekonomi masyarakat menuju arah yang lebih beragam dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Secara umum, mata pencaharian masyarakat desa masih didominasi oleh sektor pertanian dan peternakan, namun peluang ekonomi di bidang lain mulai terbuka. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha desa agar kesejahteraan warga semakin meningkat.
Artikel ini merupakan contoh. Silakan melakukan pembaruan informasi sesuai kebutuhan.